Di Hadapan Komisi IX DPR, Menaker Paparkan Solusi Kurangi Kesenjangan Pasar Kerja
Melex.id – Saat menghadiri rapat kerja (raker) bersama Komisi IX DPR, di tempat Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, salah satu tantangan ketenagakerjaan pada Indonesia adalah kesenjangan antara sisi suplai serta demand pasar tenaga kerja.
Menurutnya, sebanyak 1,8 Juta lulusan SMA/SMK/MA setiap tahun tak tertampung di tempat perguruan tinggi dan juga terpaksa harus masuk pasar kerja.
“Rendahnya digital skill menjadi tantangan untuk memenuhi kebutuhan industri di dalam masa mendatang,” ucap Menaker Ida.
Ia mengungkapkan, pada masa mendatang, pola permintaan terhadap tenaga kerja akan tambahan banyak menitikberatkan pada pekerjaan yang tersebut bersentuhan dengan pemanfaatan teknologi digital. Selain itu, sisi soft skills seperti kemampuan analitis, orientasi pemecahan masalah, kreatifitas kemudian komunikasi juga akan sangat diperlukan.
“Namun demikian, keterampilan digital yang mana dimiliki tenaga kerja Indonesia masih bersifat teoritis serta umum, sehingga terjadi kesenjangan pada sisi supply dan juga demand,”ujar Ida Fauziyah.
Ia menegaskan, sebagai solusi mengurangi kesenjangan pasar kerja, pihaknya sudah menimbulkan kebijakan link and match yang dimaksud mengarah pada kebijakan membangun integrasi pelatihan, sertifikasi, dan juga penempatan tenaga kerja yang dimaksud terpadu.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Kemnaker memiliki kebijakan link and match ketenagakerjaan, yang mana meliputi Pengembangan sistem integrasi pelatihan, sertifikasi, kemudian penempatan; Penguatan kelembagaan serta pengembangan lingkungan pasar kerja; pengembangan pasar kerja inklusif; Penguatan SDM pelatihan, sertifikasi, kemudian penempatan dalam melakukan integrasi pelatihan, sertifikasi, serta penempatan; Penguatan norma, standar, serta prosedur yang digunakan memperkuat integrasi pelatihan, sertifikasi, juga penempatan; Digitalisasi pelayanan pasar kerja; dan juga Pengembangan kemitraan dan juga kolaborasi dengan stakeholder.
“Semua kebijakan link and match ketenagakerjaan selaras dengan revitalisasi serta strategi sekolah kemudian pelatihan vokasi,” kata Menaker Ida.
Sumber : suara.com
