Dunia Pers China Sebut Hasil Undian Piala Asia U-23 2024 Adalah Rekayasa, Ini adalah Sebabnya
Melex.id Undian Piala Asia U-23 2024 ternyata tak luput dari sorotan. Media Massa Vietnam mengatakan hasil yang dimaksud adalah rekayasa semata gara-gara ada dua grup neraka.
Timnas Indonesia U-23 masuk di grup A dengan tuan rumah Qatar, Australia, serta Yordania. Sedangkan China tergabung di dalam grup B bersatu Korea Selatan, Jepang, lalu Uni Emirat Arab (UEA),
Hasil drawing ini ternyata jadi pertanyaan media China, Sohu. Mereka mengatakan kalau undian Piala Asia U-23 2024 dituding rekayasa
Pertama, pada waktu undian Piala Asia U-23 2024 berlangsung, tanpa peringatan terjadi gangguan sinyal. Kedua, layar siaran secara langsung juga menjadi hitam.
“Kecurangan blak-blakan sebelum kejuaraan Piala Asia U-23? AFC memutus sinyal siaran segera televisi dari pengundian, China U-23 masuk ke grup neraka. Saat pengundian menjauhi final Piala Asia U-23, terjadi situasi yang digunakan sangat tidaklah terduga,” tulis Sohu.
“Awalnya, AFC mengedarkan hak siar undian yang disebutkan ke banyak negara juga wilayah. China juga telah lama membeli hak siar langsung. Namun sekitar setengah jam sebelum pengundian, situs resmi AFC termasuk sinyal siaran langsungnya terputus.”
”Di Internet, Anda semata-mata dapat mengamati layar hitam. Sesaat kemudian, hasilnya diberitahukan dan juga China U-23 masuk ke grup maut. Dapat dikatakan bahwa ini hampir merupakan penipuan yang dimaksud terang-terangan,” tambahnya lagi.
Penayangan siaran secara langsung yang digunakan tak diketahui bagaimana prosesnya memproduksi dia geram. Bahkan, merek menuding kalau Konfederasi Sepak Bola Asia Barat (WAFF) dibalik proses kecurangan ini.
Pasalnya, negara-negara yang mana tergabung di WAFF relatif miliki lawan yang mana mudah.
“Kita tahu AFC selalu dikuasai oleh negara-negara Asia Barat. Tidak belaka itu, orang pada undian ini adalah Ketua Komite Keuangan AFC Uzbekistan. Alhasil, Uzbekistan berada di tempat grup mudah (dengan Vietnam, Kuwait kemudian Malaysia),” tulis Sohu, masih dikutipkan dari Soha VN.
“Begitu pula dengan Arab Saudi, kelompok yang digunakan di beberapa tahun terakhir ingin memperluas kekuasaannya, juga masuk ke grup mudah (bersama Irak, Thailand, dan juga Tajikistan). Situasi di tempat grup C kemudian D jelas sangat menguntungkan bagi keduanya. Uzbekistan juga Arab Saudi,” pungkasnya.
Sumber : Suara.com
