Judi Online Masih Marak, Fraksi PPP Pertanyakan Kemampuan Menkominfo Budi Arie
Melex.id Sekretaris Fraksi PPP DPR RI, Achmad Baidowi alias Awiek, mengkritisi masih masifnya praktik judi online pada di negeri. Hal itu masih terjadi meskipun Kementerian Komunikasi kemudian Informatika (Kominfo) sudah sejumlah menangguhkan konten lalu situs judi online.
Menurutnya, kekinian para bandar judi online, baik di tempat di maupun luar negeri masih leluasa menjalankan kegiatan haramnya.
“Aset-aset merek juga belum sepenuhnya terlacak, dibekukan serta diproses hukum,” kata Baidowi terhadap wartawan, Mulai Pekan (27/11/2023).
Mengutip data Drone Emprit yang tersebut menyebutkan Indonesia menempati tempat teratas permainan judi online di dalam Asia Tenggara lalu Asia Selatan. Tercatat ada 201.122 pemain judi slot kemudian gacor (judi online).
Menurut Awiek, pemerintah khususnya Kementerian Kominfo memang benar telah melakukan penutupan atau take down konten juga situs judi online. Itu terlihat dari data penanganan konten perjudian yang digunakan dijalankan Kominfo dari 17 Juli sampai 9 November 2023, total telah ada 504.860 konten judi online yang mana diblokir.
Namun, kata dia, hal yang dimaksud sekadar tak akan cukup untuk menangani maraknya judi online.
“Di satu sisi, itu memperlihatkan pemerintah telah bekerja. Namun, pada sisi lain itu juga menunjukkan judi online masih eksis. Satu konten ditutup, dua tiga konten terbuka lagi. Perang terhadap judi online tak dapat semata-mata dengan menghentikan konten serta situs judi,” ujarnya.
Ia mengatakan, negara juga harus hadir dengan menindak tegas para bandar judi. Para bandar diminta untuk dilacak jejak digitalnya lalu fisiknya hingga ditelusuri aset-asetnya.
“Miskinkan bandar judi. Bekukan serta sita agar mereka itu tak dapat lagi membuka jaringan judi online antarnegara, serta memelihara jaringannya,” katanya.
“Tidak betul juga kalau bandar judi online cuma ada pada negara-negara tetangga yang dimaksud legalkan judi. Buktinya, beberapa waktu lalu Ditkrimsus Polda Metro Jaya menangkap bandar yang tersebut membuka kantor pada Bali,” sambungnya.
Sumber : Suara.com
