Kadernya Diusir Saat Fit and Proper Test Calon Hakim MA, PSI: Tak Ada Sinkronisasi dengan Partai
Melex.id Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengklaim tidak ada ada koordinasi dengan kadernya, Manotar Tampubolon di seleksi sebagai calon hakim ad hoc Mahkamah Agung (MA).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni menyampaikan partainya bukan diajak diskusi terlebih dahulu oleh Manota sehingga pencalonan itu tak ada kaitannya dengan partai berlambang mawar.
“Itu bukan ada koordinasi mirip sekali dengan partai, informasi yang digunakan kami dapat bahwa secara individual bahwa beliau mendaftar, serta kemudian berhasil melalui tahapan-tahapan sampai dalam fit and proper test,” kata Raja di tempat Basecamp DPP PSI, Ibukota Indonesia Pusat, hari terakhir pekan (24/11/2023).
Dia juga menegaskan bahwa kadernya itu masih terdaftar sebagai caleg di dalam Dapil Jawa Barat VI nomor urut 6. Sebab, Manotar disebut belum pernah mengundurkan diri.
“Masih (caleg) oleh sebab itu beliau belum mundur,” ucap dia.
Raja pun mengaku perkembangan itu menjadi pelajaran bagi PSI tentang tahapan pencalonan hakim ad hoc serta pencalonan anggota legislatif.

“Tentu jadi pelajaran bagi sama-sama ya agar memahami tahapan tahapan seleksi yang tersebut dikehendaki kemudian juga tahapan pada proses pencalegan itu sendiri,” tuturnya.
Manotar diketahui merupakan calon anggota legislatif DPR RI dari PSI dalam area pemilihan (dapil) Jawa Barat VI.
Sebelumnya, Manotar diusir dari ruang sidang Komisi III DPR RI pada waktu sedang menjalani fit and proper test.
Ia diusir Komisi III DPR akibat masih berstatus sebagai anggota partai urusan politik (parpol) sekaligus menjadi caleg.
Manotar merupakan caleg dari PSI, Namun, beliau mengaku telah tidak ada beraktivitas di area partai lagi. Meski begitu, apabila Manotar belum mundur dari PSI, maka beliau tidaklah dapat melanjutkan proses fit and proper test.
Alhasil semua anggota Komisi III DPR setuju Manotar tidak ada boleh melanjutkan proses sebagai calon hakim.
Sumber : suara.com