Ketua BPK bertemu Sekjen PBB bahas tantangan pendanaan
Melex.id Ibukota Indonesia – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun melakukan konferensi dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guteres di dalam area Markas PBB, New York, Amerika Serikat, di tempat rangka menyampaikan tantangan terkait permasalahan pendanaan.
“Penting untuk pengelolaan risiko yang tersebut efektif akibat situasi konflik (di tingkat global), pasca COVID-19, juga tekanan pemuaian juga mata rantai global. Hal ini mengakibatkan adanya tantangan pendanaan termasuk permasalahan likuiditas,” ujar beliau pada kapasitas sebagai Ketua Panel Eksternal Auditor PBB di tempat keterangan tertulis, Jakarta, Rabu.
Karena itu, Panel mengharapkan adanya strategi pendanaan yang digunakan yang dimaksud terstruktur dengan baik. Panel juga mendiskusikan pengelolaan pendanaan pembaharuan iklim kemudian juga metamorfosis digital pada PBB.
Merespon pernyataan tersebut, Sekjen PBB menghargai peran auditor pada mengawal pengelolaan keuangan juga juga kinerja PBB.
“Permasalahan pendanaan kemudian likuiditasnya adalah kesulitan yang mana digunakan penting juga kompleks. PBB akan terus-menerus berupaya memperbaiki kinerja dengan terus mengembangkan berbagai skenario untuk menegaskan keberlanjutan pendanaan ke depannya,” ungkap Guteres.
Dalam rapat tersebut, Isma didampingi 11 anggota Panel dari 11 negara, yaitu Kanada, Chile, China, Perancis, Jerman, India, Italia, Filipina, Rusia, Swiss, kemudian Inggris.
Sejak tahun 2016, BPK menjadi anggota Panel Eksternal Auditor PBB. Kemudian, BPK menjadi Wakil Ketua UN Panel pada tahun 2022, dan juga juga menjadi Ketua UN Panel pada tahun 2023.
Panel Eksternal Auditor PBB adalah forum pertukaran informasi juga metodologi untuk mengembangkan dan juga meningkatkan nilai juga kualitas proses jaminan pemeriksaan eksternal pada organisasi-organisasi PBB. Panel beranggotakan Pimpinan dari 12 Supreme Audit Institutions (SAIs) yang dimaksud mana ditunjuk maupun dipilih untuk melaksanakan audit eksternal pada PBB, Badan Khusus PBB, dan juga juga Badan Atom Global (IAEA/International Atomic Energy Agency).
Sumber : Antaranews.com
