Nasabah Pasar Konsumen Citi Jangan Lupa, Proses Migrasi ke UOB Dilakukan Akhir Pekan Ini adalah
Melex.id . Bagi pelanggan ritel Citibank N.A, Indonesia (Citi Indonesia), perlu diingat bahwa proses migrasi ke UOB Indonesia akan dijalankan akhir pekan ini. Ini adalah menyusul proses proses bidang usaha ritel Citi Indonesia ke UOB pada tahun lalu.
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan, segala proses yang dimaksud akan diselesaikan semuanya pada akhir pekan ini. Setelahnya, Citi Indonesia semata-mata akan fokus pada perusahaan kredit korporasi.
“Hingga proses pengalihan usai, kami masih berikrar untuk melayani lalu menyokong pengguna kami,” ujar Batara belum lama ini.
Dalam pengumuman di dalam situs resmi UOB Indonesia, layanan Citibank akan mulai berhenti beroperasi secara bertahap pada 17 November 2023 hingga 19 November 2023. Setelahnya, pelanggan ritel Citi Indonesia akan resmi menjadi klien UOB Indonesia.
Nasabah ritel Citi Indonesia akan menerima laporan nilai kedudukan akhir account dari Citibank yang dimaksud berisi rincian proses kemudian jumlah tabungan Anda pada Citibank dari tanggal 1 November 2023 sampai dengan tanggal 17 November 2023.
Setelah 20 November 2023, pelanggan juga akan menerima laporan keseimbangan awal termasuk nomor akun pembangunan ekonomi per tanggal penyelesaian dari UOB Indonesia.
Secara rinci, layanan Citi Indonesia yang akan berhenti pada 17 November 2023, antara lain kantor cabang, mobile banking, ATM, hingga kartu debit. Menyusul, layanan call centre juga kartu kredit akan berhenti pada 19 November 2023.
Dalam rangka migrasi tersebut, UOB menyebutkan akan terjadi penghentian layanan sementara untuk memungkinkan pengalihan pada hari Minggu, 19 November 2023 mulai dari pukul 05.00 Waktu Indonesia Barat sampai dengan 15.00 Waktu Indonesia Barat yang berdampak pada ATM, kantor cabang dan juga Aplikasi komputer UOB TMRW.
Sebelumnya, UOB Indonesia memang sebenarnya menyatakan proses perolehan ini akan selesai pada November 2023 mendatang. Wholesale Banking Director UOB Indonesia Harapman Kasan mengungkapkan kedua belah pihak sedang bekerja keras untuk menyelesaikan proses pembelian tersebut.
Sebagai informasi, nilai pengambilalihan melawan usaha konsumer Citibank yang disebutkan sebesar S$ 5 miliar yang sepaket dengan portofolio kegiatan bisnis consumer banking pada 4 negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand lalu Vietnam.
Sumber : Kontan.co.id
