Pengungsi Rohingya Berulah, Bikin Warga Lokal Jengah
Melex.id Pengungsi Rohingya kembali mendarat dalam Aceh pada hari Selasa, 14 November 2023 lalu. Para pengungsi ini tepatnya tiba di dalam kawasan Pantai Kulee, Laweung, Pidie. Namun demikian jikalau mengamati daftar ulah pengungsi Rohingya yang bikin warga lokal jengah beberapa waktu yang digunakan lalu, tidak bukan mungkin saja penolakan akan kembali datang dari warga sekitar.
Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, membenarkan hal ini. Ia mengatakan, para pengungsi mendarat sekitar pukul 11.00 WIB, lalu terdiri dari perempuan, pria, serta anak-anak.
Dengan jumlah total keseluruhan hampir 200 orang, tentu hal ini harus menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah daerah, masyarakat, bahkan kemungkinan besar pemerintah pusat.
Sering ‘Kabur’ lalu Berulah
Pengungsi Rohingnya sendiri tidak pertama kali datang ke Indonesia. Sejak konflik yang digunakan melibatkan kaum mereka, sudah ada beberapa kali pengungsi ini datang ke Indonesia untuk mencari perlindungan.
![Petugas kondisi tubuh memeriksa kondisi kemampuan fisik banyak imigran etnis Rohingya setelahnya terdampar dalam pantai Desa Ladong, Wilayah Aceh Besar, Aceh, Akhir Pekan (25/12/2022). [NTARA FOTO/Ampelsa].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/12/25/43931-imigran-etnis-rohingya-terdampar-di-aceh.jpg)
Awalnya para pengungsi datang namun tiada mendarat. Mereka semata-mata terombang-ambing di dalam sedang lautan, mengawaitu untuk dijemput oleh petugas yang ada. Namun belakangan merek telah lama berani secara langsung mendarat ke beberapa pantai di area Aceh.
Meski demikian, pengungsi ini dikenal mempunyai kebiasaan yang aneh. Seperti pada awal tahun 2022 lalu misalnya ketika terdapat gelombang pengungsi yang tersebut datang ke Aceh.
Setidaknya delapan orang pengungsi memutuskan untuk melarikan diri dari shelter BLK Desa Meunasah Mee-Kandang dengan memanjat pagar.

Hal ini ditindaklanjuti dengan penangkapan dua pria mencurigakan, yang tersebut diduga adalah penjemput pengungsi dari kamp perkampungan. Hanya sehari berselang, enam orang kembali mencoba kabur dari shelter tersebut.
Kejadian seperti ini berulang beberapa kali, dengan modus serupa. Dikabarkan pengungsi ini akan dilarikan ke wilayah lain di dalam Sumatera Utara.
Pernah Mendapat Penolakan dari Warga Sekitar
Pada beberapa titik warga asli Aceh pernah melakukan penolakan pada pengungsi ini. Beberapa warga menyampaikan bahwa merekan terganggu dengan peluncuran pengungsi ini, oleh sebab itu pengungsi ini rutin menghasilkan ulah.
![6 Imigran Rohingya Mencoba Kabur Ditangkap Petugas Saat Patroli. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/20/92580-6-imigran-rohingya-mencoba-kabur-ditangkap-petugas-saat-patroli.jpg)
Disampaikan bahwa mereka itu bertindak semena-sema, seolah Aceh adalah tempat yang mereka itu miliki. Salah satu hal yang dimaksud cukup meresahkan adalah pengambilan tanpa izin kelapa yang dimiliki warga sekitar.
Beberapa orang perempuan bahkan pernah dilecehkan oleh pengungsi Rohingnya. Terkait dengan kejadian pengungsi ini kabur, warga juga pernah dituduh membantu pelarian yang dimaksud akan diadakan tersebut.
Warga menilai hadirnya pengungsi Rohingnya justru mengakibatkan kecemasan bagi publik sekitar, juga tidak ada jarang bertentangan dengan ajaran yang tersebut diyakini warga sekitar.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Sumber : Suara.com