Preview Prancis vs Uzbekistan, Perempat Final Piala Planet U-17 2023 Hari Hal ini
Melex.id Uzbekistan menjadi pasukan Asia yang tersebut masih bertahan pada Piala Planet U-17 2023 di tempat Indonesia kemudian sekarang ini merekan bersiap terus melaju dengan menyeberangi sandungan berikutnya, Prancis, dalam perempat final.
Terlihat mengejutkan, apalagi setelahnya menahan seri Spanyol serta menyingkirkan bekas juara dunia Inggris. Namun, jikalau mengamati riwayat Uzbekistan di pertandingan ini, yang mana dicapai pasukan asuhan Jamoliddin Rakhmatullaev ini sebenarnya tak terlalu mengejutkan.
Uzbekistan bahkan menjadi satu dari empat regu Asia yang dimaksud menembus perempat final Piala Planet U-17 di format 24 kelompok yang tersebut mulai dikenalkan pada 2007.
![Pesepak bola Timnas Prancis U-17 Nhoa Sangui berselebrasi bersatu rekan setimnya usai berhasil mencetak gol ke gawang Timnas Senegal U-17 di sesi adu penalti pada pertandingan fase 16 besar Piala Planet U-17 2023 di tempat Ibukota Indonesia International Stadium (JIS), Jakarta, Rabu (22/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/11/22/22995-piala-dunia-u-17-2023-timnas-prancis-u-17-vs-timnas-senegal-u-17-nhoa-sangui.jpg)
Uzbekistan juga menyamai Korea Selatan sebagai regu Asia yang dimaksud dua kali menembus perempat final kejuaraan ini sejak menggunakan format 24 tim.
Sukses pertama, merek buat pada 2011, bersatu Jepang.
Total, Uzbekistan sudah ada tiga kali lolos ke fase gugur yang dimaksud semuanya terjadi di pertandingan berformat 24 tim.
Sebelum 2007, Piala Global U-17 hanya sekali mengikutkan 16 kelompok sehingga tim-tim lolos fase gugur segera melangkah ke perempat final.
Dalam periode itu, China, Arab Saudi, Australia, Korea Selatan, Qatar, Bahrain, Jepang, Oman, lalu Korea Utara adalah di area antara kelompok zona AFC yang dimaksud mencapai perempat final. Saudi pada 1989 bahkan menuntaskan kejuaraan dengan trofi Piala Planet U-17.
Berbeda dari 2011 ketika Uzbekistan dihentikan Uruguay yang belum pernah merasakan penghargaan juara Piala Global U-17, di Piala Bumi U-17 kali ini di tempat Indonesia, Uzbekistan menghadapi ujian berat dari Prancis yang mana juara edisi 2001.
Bagi Prancis sendiri, ini adalah perempat final Piala Planet U-17 yang dimaksud kelima yang dimaksud dua di area antaranya mereka itu tuntaskan dengan status juara pada 2001 kemudian peringkat ketiga pada 2019.
Total mereka, sudah ada delapan kali lolos ke putaran final Piala Bumi U-17.
Prancis hampir selalu menjadi kelompok yang dimaksud sangat sulit ditaklukkan. Sepanjang Piala Bumi U-17 2023 ini saja, dari empat laga sejauh ini, Prancis menjadi satu-satunya regu yang digunakan tak pernah kebobolan di waktu normal.
Mereka menaklukkan Burkina Faso 3-0, disusul Korea Selatan 1-0, dan juga Amerika Serikat juga 3-0 di fase grup.
Reputasi itu terjaga sampai 16 besar ketika mereka ditahan seri 0-0 oleh juara Afrika U-17 2023, Senegal, sehingga laga terpaksa dilanjutkan ke fase adu penalti.
Prancis melenggang ke perempat final setelahnya menang adu penalti 5-3.
Kini, regu asuhan Jean-Luc Vannuchi bertekad menyelesaikan urusan yang mana belum selesai 4 tahun lalu ketika disingkirkan Brazil di semifinal Piala Bumi U-17 2019, yakni mengangkat trofi Piala Global U-17 untuk kedua kalinya.
![Para pemain Timnas Uzbekistan U-17 berselebrasi usai berhasil mengalahkan Timnas Inggris U-17 pada pertandingan fase 16 besar Piala Bumi U-17 2023 di tempat Ibukota Indonesia International Stadium (JIS), Jakarta, Rabu (22/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/11/22/63825-piala-dunia-u-17-2023-timnas-inggris-u-17-vs-timnas-uzbekistan-u-17.jpg)
Prancis Diunggulkan
Dari banyak parameter, Prancis lebih banyak diunggulkan ketimbang Uzbekistan. Namun, cara Uzbekistan mengimbangi Spanyol kemudian menyingkirkan Inggris dari kompetisi ini, memproduksi Prancis tak bisa saja mengecilkan Uzbekistan.
Meskipun demikian, Jean-Luc Vannuchi kemungkinan besar tak akan tergoda memasang pola lebih tinggi ofensif seperti ketika Inggris memasang formasi 4-3-3 yang tersebut ternyata diredam dengan baik oleh Uzbekistan.
Vannuchi kemungkinan besar akan memasang 4-2-3-1 seperti rutin ia gunakan selama kejuaraan ini. Kalaupun ada pilihan lain, beliau akan tambahan cenderung memasang 4-1-4-1 seperti ketika menghadapi Senegal di putaran 16 besar.
Jika beliau memilih formasi seperti ketika melawan Senegal, maka gelandang Mathis Amougou akan segera menjadi poros tunggal di area jantung permainan Prancis.
Masalahnya, Uzbekistan tidak Senegal yang mana eksplosif. Prancis lebih lanjut membutuhkan formasi yang mana menyerang tapi juga menunjang pertahanan solid mereka.
Maka memasang kembali lima gelandang pada dua lapis yang tersebut terdiri dari dua gelandang bertahan kemudian tiga gelandang serang, adalah pilihan lebih besar masuk akal bagi Vannuchi.
Lagi pula formasi ini efektif ketika menaklukkan Amerika Serikat 3-0 di laga terakhir fase grup yang dimaksud dijalani Prancis.
Di sini, Nolan Ferro serta Fode Sylla atau Saimon Bouabre, akan menjadi poros kembar yang tersebut memberikan pengamanan bagi kelompok pertahanan juga sekaligus mengupayakan kuartet serang di mengacak-acak pertahanan Uzbek.
Duet bek berada dalam Bastien Meuppyou serta Joachim Kayi Sanda pun tidak semata-mata bisa jadi tambahan efektif lagi menjaga kiper Paul Argney pada menghalau serangan Uzbek, tapi juga menghasilkan bek sayap Aymen Sadi lalu Yvann Titi leluasa bermanuver membantu serangan dari sayap.
Formasi itu juga menghasilkan Tidiam Gomis kemudian Yanis Issoufou yang digunakan kemungkinan besar kembali menjadi starter di dalam kedua sayap serangan Prancis, leluasa menciptakan peluang.
Akan halnya playmaker Ismael Bouneb sanggup membebaskan ujung tombak Mathis Labourde atau Joan Tincres untuk mencari sikap yang digunakan menimbulkan mereka itu menjebol gawang Uzbek.
Misi Sulit
Pelatih Jamoliddin Rakhmatullaev sendiri kemungkinan akan meladeni formasi Prancis itu dengan juga memasang dua gelandang bertahan di formasi seperti Uzbekistan menjinakkan Inggris pada fase 16 besar.
Rakhmatullaev akan menugaskan lagi Ozodbek Uktamov dan juga Mukhammedali Reimov, dengan misi kali ini bertarung dengan duet Prancis, Nolan Ferro dan juga Saimon Bouabre.
Uktamov dan juga Reimov dalam sedang permainan Uzbek, juga dapat melapis duet bek sedang Bekhruz Djumatov kemudian Dilshod Abdulllaev, sekaligus menyokong manuver trio gelandang serang Bekhruz Shukurullaev, Ollabergan Karimov dan juga Lazizbek Mirzev.
Di ujung serangan Uzbekistan, Rakhmatullaev kemungkinan memasang kembali Amirbek Saidov sebagai starter.
Uzbekistan kemungkinan besar bisa saja mengulangi kejutan seperti ketika menghabisi Inggris sehingga harapan Asia terjaga masih hidup pada pertandingan ini.
Tapi kali ini kemungkinan besar merek lebih tinggi sulit melakukannya, lantaran regu yang digunakan mereka hadapi memiliki pertahanan paling solid sepanjang Piala Global U-17 2023.
Sebaliknya, gawang Uzbekistan yang dimaksud telah kemasukan 6 gol mesti ekstra awas terhadap kelompok serang Prancis yang digunakan sudah ada menciptakan 7 gol.
Intinya, Prancis tambahan difavoritkan meraih kemenangan laga ini.
Pemenang pertandingan ini akan menghadapi duta Afrika, antara Maroko kemudian Mali, pada semifinal 28 November mendatang di area Stadion Manahan, Solo, demikian ANTARA.
Sumber : Suara.com