Ulasan Piala Asia 2023: Alasan Balas Dendam di area Rekor Tak Memuaskan dalam Timnas Indonesia U-17 serta Senior
Melex.id Timnas Indonesia berhasil mengamankan satu poin berharga setelahnya menjalani dua pertandingan kualifikasi Piala Bumi 2026 zona Asia putaran kedua Grup F.
Pertama, merekan menelan kekalahan 1-5 dari Irak di dalam Stadion Internasional Basra pada tanggal 16 November, namun, dia berhasil bangkit dengan menyusun pertahanan kokoh lalu meraih hasil imbang 1-1 melawan Filipina di dalam Stadion Rizal Memorial pada tanggal 21 November.
Jika Indonesia pulang tanpa poin dari pertandingan melawan Filipina, merek berisiko terbenam di dalam dasar klasemen, kesulitan untuk meraih tempat dua terbaik, dan juga melangkah ke putaran ketiga kualifikasi Piala Planet 2026.
Beruntung, satu poin dari pertandingan melawan Filipina mempertahankan harapan Indonesia, teristimewa lantaran dia masih miliki tiga pertandingan kandang yang digunakan akan dihadapi di dalam depan suporter fanatik.
Pelatih Shin Tae-yong menyatakan optimisme bahwa kesempatan Indonesia untuk lolos ke putaran ketiga kualifikasi Piala Bumi 2023 masih terbuka lebar.
Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian kritis ketika Indonesia menghadapi Vietnam dua kali pada bulan Maret 2024.
Meskipun Vietnam miliki peringkat FIFA yang digunakan lebih banyak tinggi, performa terkini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang untuk meraih poin penuh.
Kekuatan kemudian Kelemahan: Indonesia vs. Vietnam
Meskipun Indonesia serta Vietnam miliki perbedaan peringkat FIFA yang dimaksud signifikan, pertandingan melawan Irak memberikan ilustrasi bahwa keduanya miliki kelebihan lalu kelemahan masing-masing.
Indonesia, walaupun kalah 1-5, mampu mencetak dua gol, menunjukkan daya serang yang mana patut diandalkan.
Namun, pertahanan yang masih rentan menjadi sorotan.
Sementara itu, Vietnam menunjukkan pertahanan yang dimaksud kuat dengan semata-mata kebobolan satu gol melawan Irak, tetapi dia kesulitan mencetak gol ketika bermain di area kandang.
Pertandingan melawan Vietnam dalam Maret 2024 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan peningkatan pada pertahanan merekan lalu mengoptimalkan prospek serangan.
Tantangan Kembali dalam Laga Tandang
Dua hasil minor dari laga tandang melawan Irak dan juga Filipina menjadi catatan penting.
Timnas Indonesia menghadapi kesulitan di menampilkan permainan terbaiknya dikarenakan faktor kelelahan perjalanan berjauhan lalu perbedaan waktu.
Pemain-pemain kunci seperti Marc Klok dan juga Jordi Amat mengalami penurunan performa, menyebabkan pertahanan yang tersebut mudah ditembus oleh lawan.
Hasil negatif ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi instruktur Shin Tae-yong untuk menghadapi empat laga sisa kualifikasi Piala Global 2026 dengan strategi yang mana lebih banyak matang.
Kemampuan untuk bermain menyerang sejak menit awal menjadi kunci, juga peningkatan pada pertahanan menjadi fokus utama.
Berkah dari Piala Asia 2023
Meski menghadapi dua laga tandang yang mana menantang, Piala Asia 2023 di dalam Qatar pada Januari-Februari 2024 diharapkan memberikan modal bagus bagi Timnas Indonesia.
Turnamen ini menjadi kesempatan emas bagi Shin Tae-yong untuk merancang kerangka regu lalu mengevaluasi strategi pasca hasil minor di tempat kualifikasi Piala Planet 2026.
Piala Asia juga akan menjadi ujian sejauh mana Indonesia dapat bersaing di area tingkat internasional, khususnya dengan menghadapi negara-negara seperti Jepang.
Keberhasilan di tempat Piala Asia 2023 dapat menjadi “berkah” untuk menatap laga-laga kualifikasi Piala Global 2026 dengan mental lalu strategi yang dimaksud lebih besar baik.
Dengan pemulihan pemain cedera serta kemungkinan pemain naturalisasi, seperti Justin Hubner, Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, serta Ragnar Otamangoen, diharapkan Timnas Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menguatkan skuad merek lalu meraih hasil positif di tempat masa depan. (Antara)
Sumber : Suara.com
