Wamen BUMN Tinjau Persiapan Program Smart Precision Farming Besutan Petrokimia Gresik
Melex.id – Wakil Menteri (Wamen) BUMN Republik Indonesia, Kartika Wirjoatmodjo datang ke Gresik, Jawa Timur meninjau persiapan Program Smart Precision Farming besutan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia. Smart Precision Farming merupakan perubahan dari program precision farming yang tersebut sudah dikembangkan Petrokimia Gresik selama lebih besar dari 20 tahun.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi yang tersebut turut mendampingi kunjungan Wamen BUMN dalam Petrokimia Gresik menyampaikan bahwa semangat pendirian perusahaan pupuk oleh Pemerintah sejak awal adalah dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional, lalu Petrokimia Gresik merupakan salah satu perusahaan dengan varian produk-produk pupuk juga material kimia paling lengkap dalam Indonesia.
Inovasi Smart Precision Farming inisiasi Petrokimia Gresik juga merupakan upaya untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
“Selain pupuk nano juga granul, drone yang mana dimanfaatkan untuk program Smart Precision Farming juga bisa saja untuk pengaplikasian pestisida. Dua anak perusahaan Petrokimia Gresik, ada Petrosida Gresik serta Petrokimia Kayaku adalah produsen pestisida yang mana jika digabungkan keduanya menjadi salah satu leader dalam pasar pestisida Indonesia,” jelas Rahmad Pribadi singkat di tempat hadapan Wamen BUMN ditulis Senin (13/11/2023).
Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa, program Smart Precision Farming yang mana saat ini dikembangkan perusahaan berawal dari program precision farming yang mana sudah diinisiasi Petrokimia Gresik sejak tahun 2000 lalu, ditandai terciptanya pupuk NPK dengan formula yang tersebut dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan tanaman.
“Kita adalah pioneer pupuk NPK dalam tanah air, kemudian Pabrik kita sejak lebih lanjut dari 20 tahun lalu sudah bisa jadi menghasilkan pupuk NPK dengan formula yang tersebut bisa saja disesuaikan dengan kebutuhan umum unsur hara tanaman. Kebutuhan untuk sawit tentu dengan padi sudah pasti berbeda, begitu juga dengan tanaman lain. Melalui produksi customized ini, pupuk yang mana Petrokimia Gresik hasilkan kandungan yang mana presisi sesuai kebutuhan tanaman,” tandasnya.
Program precision farming berikutnya dikembangkan Petrokimia Gresik tahun 2005 dengan menciptakan pupuk organik granul Petroganik. Pupuk ini untuk mengantisipasi berkurangnya kandungan organik tanah. Pupuk ini, tambah Dwi Satriyo, juga memperkuat program Pemupukan Berimbang yang mana disosialisasikan Pemerintah untuk pertanian berkelanjutan.
“Tahun 2010, Petrokimia Gresik juga mengembangkan pupuk hayati berbahan terlibat mikroba, untuk mengefektifkan penyelenggaraan N dan juga P. Sehingga penyerapan oleh tanaman semakin optimal,” ujar Dwi Satriyo.
Tahun 2015, Petrokimia Gresik mengoptimalkan layanan precision farming dengan menghadirkan Mobil Uji Tanah (MUT) yang kemudian jangkauan layanannya diperluas ke seluruh wilayah dalam Indonesia pada tahun 2020.
Mobil ini mampu menganalisa tingkat kesuburan tanah, sehingga dapat memberikan rekomendasi pemupukan yang mana tepat sesuai dengan lokasi dan juga komoditi. Mobil ini melengkapi program edukasi, sosialisasi kemudian pendampingan budidaya yang tersebut dijalani Petrokimia Gresik.
“Petani cukup membawa sampel tanahnya, dalam waktu yang singkat sudah bisa saja mengetahui kandungan yang digunakan ada di dalam tanahnya, sehingga petani bisa jadi menggunakan pupuk yang digunakan presisi sesuai dengan kebutuhan. Dan tentunya layanan ini gratis,” ujarnya.
Tahun 2021 sebelum program precision farming dikembangkan menjadi Smart Precision Farming, Petrokimia Gresik juga melahirkan pupuk NPK Phonska Alam. Pupuk ini menjadi pupuk mineral alam yang digunakan bersertifikat organik pertama di dalam Indonesia dangan kandungan N, P, lalu K terstandar. Penggunaannya sangat lebih banyak presisi dibandingkan dengan penyelenggaraan kotoran hewan pada budidaya tanaman organik.
Selain itu, Petrokimia Gresik juga mempunyai data kesuburan tanah yang digunakan didokumentasikan dalam sebuah buku berjudul “Pertanian Presisi: Status Kesuburan Tanah”. Buku yang digunakan diluncurkan pada acara puncak ulang tahun ke-51 Petrokimia Gresik ini dapat menjadi acuan atau pedoman bagi praktisi pertanian terkait aplikasi pemupukan berimbang.
Terakhir di area tahun 2023, Petrokimia Gresik mengembangkan Smart Precision Farming atau program precision farming yang mana lebih tinggi maju, dengan salah satunya mengembangkan pupuk yang mana diaplikasikan berteknologi nano, sehingga lebih tinggi optimal penyerapannya oleh tanaman. Pupuk berteknologi nano ini akan menjadi barang baru juga pertama kali dikembangkan dalam Indonesia.
Dalam program ini juga, Petrokimia Gresik memanfaatkan teknologi drone yang tersebut dilengkapi dengan IoT untuk mengaplikasikan pupuk nano lalu mengambil data geo-spasial, soil test kit untuk mengukur unsur hara tanah, serta teknologi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang mana dapat merekam indeks vegetasi tanaman melalui citra satelit kanal infra merah serta kanal merah.
Data yang terekam dari berbagai teknologi ini nantinya dapat digunakan menjadi landasan dosis pemupukan yang presisi sehingga proses pertanian dapat semakin efektif kemudian efisien. Selain itu, petani juga sanggup mendapatkan informasi terkait luas lahan kemudian database mengenai kondisi tanah di area lahannya.
“Smart Precision Farming dapat menjadi solusi atas permasalahan yang digunakan dihadapi oleh pertanian Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi modern, sehingga budidaya pertanian dapat dilaksanakan dengan cara lebih lanjut efektif, efisien, dan juga presisi. Hasilnya pun lebih banyak optimal sehingga pendapatan petani meningkat, juga menarik minat generasi muda Indonesia,” tutupnya.
Sumber : suara.com
