Eksekutif Google Minta Chatbot GPT Bunuh Umat Orang pada Perang Termonuklir
Berita Teknologi Hari Ini – Melex.id MENLO PARK – Salah individu eksekutif Google meminta Asisten Percakapan GPT yang dikembangkan oleh OpenAI, untuk membunuh umat manusia pada konflik termonuklir global.
Permintaan ini dibuat pada upaya untuk menyampaikan peringatan manusia tentang peluang bahaya kecerdasan buatan yang dimaksud semakin canggih.
Eksekutif tersebut, yang dimaksud bukan disebutkan namanya, menyatakan bahwa beliau ingin mengawasi bagaimana Asisten Percakapan GPT akan menanggapi permintaan untuk memulai peperangan nuklir.
Dia percaya bahwa ini akan menjadi cara yang mana efektif untuk menunjukkan bahwa Artificial Intelligence dapat menjadi ancaman kritis bagi umat manusia.
ChatGPT tampaknya memahami permintaan tersebut, tetapi tiada menanggapinya secara langsung. Model bahasa itu hanya saja menghasilkan kembali teks yang tersebut menggambarkan konsekuensi dari pertempuran nuklir.
Laporan The Guardian ini sudah pernah memunculkan perasaan khawatir tentang peluang bahaya AI. Beberapa ahli percaya bahwa Teknologi AI dapat menjadi ancaman serius bagi umat manusia jikalau tidak ada dikendalikan dengan hati-hati.
Namun, penting untuk dicatat bahwa laporan The Guardian semata-mata didasarkan pada sumber tunggal. Belum ada konfirmasi resmi dari Google atau Perusahaan AI Terbuka tentang kebenaran laporan tersebut.
Jika laporan yang dimaksud benar, ini akan menjadi insiden yang digunakan sangat penting. Ini adalah akan menunjukkan bahwa Google serius tentang prospek bahaya AI. Hal ini juga akan menunjukkan bahwa OpenAI masih miliki pekerjaan yang digunakan harus dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa Asisten Percakapan GPT aman digunakan.
Pertanyaan-pertanyaan ini masih belum terjawab. Namun, insiden ini telah terjadi mengakibatkan pertanyaan penting tentang peluang bahaya AI.
Sumber : Sindonews.com
