Megawati Bicara ke Mahfud Birokrasi Sudah Rusak, Ada Korupsi di dalam Penegak Hukum hingga Polisi
Berita Terkini Hari Ini – Melex.id Calon duta presiden RI nomor urut 3 Mahfud MD minta persoalan hukum kemudian pemberantasan korupsi diserahkan kepadanya jikalau menang Pilpres 2024. Mahfud mengaku telah bicara persoalan ini dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri kemudian pasangannya Capres Ganjar Pranowo.
Mahfud menyatakan apabila persoalan yang dimaksud diserahkan terhadap dirinya, maka peran Wapres nantinya tidak ada semata-mata menajdi ban serep Presiden.
“Intinya saya katakan, saya tak dapat belaka menjadi ban serep, saya harus punya satu tugas yang digunakan jelas, bahwa permasalahan hukum, pemberantasan korupsi diserahkan ke saya,” ujar Mahfud ketika hadir di dalam Mukernas III MUI di dalam Kawasan Ancol, DKI Jakarta Utara, Hari Jumat (1/12/2023).
Mahfud lebih banyak dulu menceritakan kala dirinya diminta mengemban tugas sebagai cawapres menemani Ganjar Pranowo, yang dimaksud diusung adalah perbaikan perihal hukum hingga pemberantasan korupsi.
Pemimpin partai di area koalisi Ganjar-Mahfud kata dia, memohonkan agar pemberantasan korupsi ditegakan lalu persoalan hukum diperbaiki.
“‘Partai kami ber-empat, Pak Mardiono, saya, Pak Hari Tanoe, Pak Oso ingin hukum ditegakkan, korupsi diberantas, yang digunakan kerap diadakan Pak Mahfud selama ini supaya dilanjutkan’ (menirukan Megawati). Itu tugas pokok,” kata Mahfud.
Mantan Ketua MK ini kemudian menyatakan Megawati pernah menyampaikan kepadanya kalau kondisi birokrasi pada Indonesia sudah ada rusak. Sehingga Mahfud diminta untuk membenahi.
“Bu Mega waktu itu jelas mengatakan, Pak Mahfud sekarang ini birokrasi kita sudah ada rusak, ‘dikira saya enggak tahu merek korupsi, tahu. Aparat penegak hukum, polisi, seperti itu, pengadilan seperti itu, Pak Mahfud benahi ini jadi Cawapres,” tuturnya.
Mahfud lantas berbicara terhadap Megawati dengan meminta-minta untuk dibukakan akses tugas Menkopolhukam terhadap Wakil Presiden. Nantinya Menkopolhukam akan pada bawah kendali Wapres.
“Sehingga saya bisa saja melanjutkan oleh sebab itu saya telah tahu, masalah-masalah penegakan hukum di tempat situ. ‘Oh iya, silakan’,” kata Mahfud.
Untuk itu, kata dia, ketika dirinya nanti menjadi Wapres tak belaka akan jadi ban serep. Sebab tugasnya jelas membenahi persoalan hukum hingga pemberantasan korupsi.
“Oke, dikarenakan itu selama ini itu tugasnya Jaksa Agung, Polisi juga sebagainya dikoordinir oleh Menkopolhukam. Nah wapres enggak ada akses secara langsung ke situ, selama ini enggak punya akses, kalau saya ke wapres ini berikan ke saya, kewenangan,” kata Mahfud menirukan percakapannya dengan Megawtai.
Terkait itu, Mahfud menyatakan Megawati setuju dengan permintaannya tersebut. Terlebih juga Ganjar merasa setuju.
“Setuju, bu Mega setuju, saya bicara Mas Ganjar. Malah bagus. Jadi insya allah nanti tidak ada akan terjadi sekedar cadagangan, hanya sekali upacara-upcara seperti itu, saya kira mubazir,” pungkasnya.
Sumber : Suara.com
