Harga Kakao Naik 113% Sepanjang 2024, RI Kecipratan Cuan?
Jakarta – Harga komoditas kakao atau coklat melonjak signifikan sepanjang tahun 2024. Terhitung sejak awal tahun 2024 hingga perdagangan Hari Jumat (22/3/2024) komoditas kakao mencetak rekor kenaikan sebesar 113% dalam level US$8.939 per ton.
Melonjaknya harga jual kakao berdampak besar terhadap Negara Indonesia yang tersebut merupakan eksportir sekaligus importir kakao dan juga Indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia.
Sebagai informasi, Tanah Air masuk di urutan nomor tiga sebagai negara penghasil cokelat terbesar dalam bola dengan total produksi sebesar 667.296 ton pada 2022.
Posisi Nusantara semata-mata di bawah Pantai Gading yang tersebut memproduksi 2,23 jt ton juga Ghana yang memproduksi 1,1 jt ton.
Indonesia pun melakukan ekspor kakao. Berdasarkan kelompok HS kakao, pada tahun 2022 jumlah ekspor kakao terbesar adalah Kakao Butter dihadiri oleh dengan Tepung Kakao Kakao Paste, Kakao Biji Not Fermented, juga Olahan Makanan.
Produksi kakao Tanah Air sebagian besar dikirim ke luar negeri ke di luar negara kemudian sisanya dipasarkan ke di negeri. Ekspor kakao Nusantara menjangkau lima benua yaitu Asia, Afrika, Oseania, Amerika, juga Eropa dengan pangsa utama di dalam Asia.
Pada 2022, lima besar negara tujuan ekspor kakao Negara Indonesia adalah India, Amerika Serikat (AS), Malaysia, China, lalu Australia. Total ekspor kakao ke lima negara yang disebutkan mencapai 56,68% dari total ekspor kakao Indonesia.
Negara tujuan ekspor kakao terbesar yaitu India dengan ukuran ekspor sebesar 68,21 ribu ton atau sekitar 17,7% dari total ukuran ekspor kakao Indonesia dengan nilai sebesar US$210,91 juta.
Selanjutnya, kakao paling sejumlah dikirim ke luar negeri menuju Negeri Paman Sam serta Malaya dengan sumbangan ekspor tiap-tiap sebesar 12,49% dan juga 12,2% terhadap total jumlah ekspor kakao Indonesia.
Di Indonesia sendiri, lima provinsi dengan produktivitas kakao tertinggi pada 2022 yakni Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Lampung, Sulawesi Barat.
Ketika nilai kakao melambung, maka provinsi yang digunakan memproduksi kakao tentu mendapatkan keuntungan pelanggan dari tingginya harga jual kakao.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kakao juga hasil olahannya di dalam Indonesi mencapai 385.981 ton dengan nilai US$1,26 miliar pada 2022. Jumlah yang dimaksud meningkat 0,85% dibandingkan pada 2021 yang tersebut sebanyak-banyaknya 382.712 ton dengan nilai US$1,21 miliar.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
Artikel ini disadur dari Harga Kakao Naik 113% Sepanjang 2024, RI Kecipratan Cuan?
